Kamis, 19 Januari 2012

Rata-rata di Microsoft Office Excel


Sejak 2003 tepatnya Juni saya belajar otodidak menggunakan microsoft office untuk membantu pekerjaan saya, terutama microsoft office excel digunakan dalam hal mengolah nilai. Pada waktu itu masih menggunakan office 2000 atau office xp (sekarang office 2007/2010). Sangat mudah dan membantu memang, kita hanya memasukkan atau bahkan dikatakan hanya memilih rumus, kemudian muncul hasil yang diharapkan. Sampai sekarangpun, program ini masih saya gunakan dan sangat membantu saya dalam mengolah nilai.


Namun, seiring berjalannya waktu, saya berinstrospeksi. Hal itu saya lakukan setelah seorang murid bertanya, "Pak, jumlah nilai di raport saya ko kurang satu?". "Masa sich" Saya tak percaya Ku jumlah manual memasukkan angka-angka pada raportnya, benar juga laporan muridku. Akhirnya nilai raport anak semua ku jumlah manual. Bersyukur hanya beberapa anak yang berbeda dengan cara menjumlah/membuat rata-rata otomatis.


Belajar dari kasus tersebut, saya berusaha belajar kembali. Setelah saya cermati ternyata ada hal penting yaitu " SETIAP PEMBULATAN EXCEL SELALU DIBULATKAN KE ATAS SECARA VISUAL NAMUN SELURUH ANGKA YANG ADA TETAP DIGUNAKAN JIKA DILAKUKAN OPERASI PADA BILANGAN TERSEBUT ".



Perlu diketahui, setiap angka desimal yang dihasilkan dari merata-rata angka dengan rumus =average(.. : ..), jika dibulatkan ke digit tertentu ternyata dibulatkan ke atas Secara visual. Misal angka 6,43723 jika dibulatkan 2 angka dibelakang koma terlihat menjadi 6,44.
                Tabel a dengan pembulatan satu digit                                 Tabel b: dengan dua digit
Perhatikan tabel di atas, Rata-rata pada tabel sebelah kiri dengan pembulatan satu angka di balakang koma, sedangkan pada tabel sebelah kanan terdapat dua angka di belakang koma. Samakah hasilnya?? Ternyata tidak. Hal ini lah yang membuat hasil operasi bilangan pada rata-rata tersebut berbeda dengan hasil olah manual. Adakah solusinya???
Tentu Ada

Ketika kita akan mencari rata-rata dengan rumus =average( ... : ....)
tambahkan rumus :

rounddown     = untuk pembulatan ke bawah
roundup     = untuk pembulatan ke atas.
Pilihlah salah satu, namun saya menyarankan untuk pembulatan ke bawah (rounddown) dengan penulisan rumus yang lengkap yaitu :
=rounddown(average(.... : ....);0)
Keterengan:
Angka nol ditulis jika hasil yang diharapkan tidak ada angka di belakang koma, angka 1 menunjukkan ada satu angka di belakang koma dan seterusnya. Sehingga hasilnya dari data di atas adalah

               Tabel 1 Pembulatan satu digit                                         Tabel 2 Pembulatan dua digit

Dengan rumus tadi jika diharapkan pembulatan 1 ataupun 2 digit, maka yang diambil hanya 1 atau 2 digit, dan hasilnya pun sama karena setelah digit ke 1 atau 2 muncul angka 0, berbeda sekali dengan tabel di atasnya yang masih hanya mengggunakan rumus average.


Demikian semoga bermanfaat..

 


 


 

4 komentar: